Mengenai Saya

Foto saya
KOORDINATOR FORUM JURNALIS BAHARI KAWASAN INDONESIA TIMUR

Sabtu, 27 November 2010

PNPM- KP KAB.KEPULAUAN SELAYAR 
FOKUSKAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR
Drs.Andi Penrang,DM : Kami memilih Desa Patikarya dan Appattanah sebagai lokasi program TA 2010 

Forjubi Kep.Selayar, Pemerintah kabupaten Kepulauan Selayar melalui dinas Kelautan dan perikanan pada tahun 2010 ini kembali menjalankan program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Program tersebut berupa pengucuran dana bantuan langsung masyarakat (BLM) PNPM Mandiri Kelautan Perikanan. Untuk kabupaten kepulauan Selayar mendapat besaran anggaran Rp 750 Juta rupiah dari APBN dan Rp 75 Juta dari APBD sebagai dana pendamping. Adapun tujuan dari pelaksanaan program tersebut antara lain: 

1. Meningkatkan kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat. 
2. Memberdayakan kelembagaan masyarakat. 
3. Meningkatkan kemampuan usaha kelompok masyarakat. 
4. Meningkatkan produksi kelautan dan perikanan. 
5. Meningkatkan infrastruktur lingkungan dan rehabilitasi ekosistem pesisir dan pulau-pulau kecil. 
6. Meningkatkan kemitraan dan sumber permodalan,pemasaran, Informasi,serta ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Drs.Andi Penrang, DM
Pendamping PNPM-KP kabupaten Kepulauan Selayar Drs.Andi Penrang DM mengatakan bahwa Kabupaten kepulauan Selayar memilih Desa Patikarya sebagai lokasi program Ta 2010 ini. Desa tersebut ditetapkan sebagai penerima PNPM-Mandiri KP Tahun 2010, atas penunjukkan tenaga pendamping. Adapun tenaga pendamping adalah tim yang terdiri dari 7 (tujuh) orang yang ditunjuk melalui SK Bupati. Ketujuh orang tim ini adalah mereka yang memiliki latar belakang pendidikan perikanan. Dimana mereka telah mendapatkan pelatihan dan sudah berpengalaman dalam pengelolaan di lapangan,. Hal tersebut didasarkan pada tujuan agar masyarakat benar-benar mengerti tujuan dan mekanisme PNPM-Mandiri Tahun 2010.

Penunjukan Desa Patikarya dan Desa Appatanah selain karena berada di daerah pesisir Pendamping juga mendasari hasil Lokakarya yang dilakukan di pondok Bonerate Benteng yang merekomendasikan bahwa calon penerima dana BLM-PNMM KP tahun 2010 tetap diprioritaskan salah satu daerah yang berada di Kecamatan Bontosikuyu. Lebih lanjut, Andi Penrang menegaskan bahwa PNPM-Mandiri KP tahun ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan khususnya daerah pesisir yang menjadi lokasi program . Sejalan dengan itu usaha budidaya perikanan seperti tambak dan rumpong menjadi pilihan tepat sebagai salah satu usaha perikanan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir. 

Dalam pelaksanaan program PNPM-KP tahun 2010 di kabupaten Kepulauan Selayar dibagi dalam tiga 3 (tiga) jenis kegiatan yaitu Penangkapan, pengolahan, budidaya. Untuk penangkapan jumlah anggaran BLM yang disalurkan sebesar Rp 174.666.000 rupiah (37,78 %)  dibagikan kepada 11 Kelompok nelayan yang langsung ditransfer ke rekening kelompok. Sementara untuk pengolahan dianggarkan untuk 1 kelompok yaitu kelompok Usaha bersama dengan besaran anggaran Rp 8.864.000,- (2,22 %) sementara Kelompok usaha budidaya perikanan dianggarkan sebesar Rp 277.434.000 rupiah (60 %) yang diperuntukkan kepada 7 (tujuh) kelompok usaha, semua ditransfer ke rekening masing-masing kelompok. Dan kesemuanya itu sudah ditransfer melalui KPPN bneteng Selayar ke seluruh rekening kelompok per tanggal 24 November 2010.

 Dikatakan bahwa program ini adalah solusi yang ditawarkan pemerintah pusat, lewat Departemen Kelautan dan Perikanan langsung dengan hadirnya program PNPM-MKP yang diinisiasi untuk mewujudkan komitmen nasional, dengan sasaran adalah percepatan penanggulangan kemiskinan bagi masyarakat pesisir .Ruang lingkup Bantuan langsung Masyarakat ( BLM) PNPM Mandiri-KP tahun 2010 meliputi: 
1. Penyediaan sarana dan prasarana pembenihan dan pembesaran ikan. 
2. Penyediaan sarana penangkapan ikan 
3. Penyediaan srana pengolahan dan pemasaran hasil perikanan 
4. Pembangunan Infrastruktur lingkungan dan rehabilitasi ekosistem pesisir dan pulau-pulau kecil 

Hal lain yang disampaikan oleh putra selayar asal bumi pahlawan Bontomanai ini ,bahwa tujuan utama dari pelaksanaan program dimaksud adalah meningkatkan kesejahteraan, memberikan kesempatan kerja yang seluas-luasnya bagi masyarakat pesisir yang tergolong miskin.Realita yang terjadi saat ini, menunjukan bahwa Kabupaten Kepulauan Selayar disatu sisi memiliki sumber daya kelautan dan perikanan yang cukup menjanjikan. Hanya saja disisi lain pula potensi perikanan ini tidak seiring dengan kesejahteraan masyarakat khususnya yang bermukim di daerah pesisir.Karena itu, kata Andi Pinrang masalah tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dan semua pihak, guna mengupayakan kesejahteraan yang lebih signifikan.

Sejak tahun 2009 Kabupaten Kepulauan selayar berkesempatan untuk mengelola program PNPM-MKP. Dan ditegaskan bahwa sebelum Penyerahan BLM ini pendamping mengawali dengan identifikasi dan sosialisasi sehingga bantuan ini betul-betul mencapai tujuan dan sasarannya . 

Supardi Idris. 



Jumat, 26 November 2010

PMU COREMAP II HARUMKAN NAMA SELAYAR TINGKAT NASIONAL

Drs. Andi Pinrang, DM:  Selayar Juara nasional dari 7 (tujuh) Wilayah Coremap di Indonesia

Forjubi,
Kabupaten Kepulauan Selayar sebagai daerah Kepulauan dengan limpahan kekayaan laut khususnya terumbu karang adalah merupakan salah satu perhatian Dunia. Hal itu terapresiasi dengan keberadaan Coremap II yang merupakan program Rehabilitasi dan manajemen pengelolan terumbu karang yang dibiayai oleh World Bank. Keberadaan coremap sebagai program yang menitikberatkan kegiatannya dalam pelibatan masyarakat, tentunya tidak akan berjalan tanpa dukungan masyarakat. Baik dalam mencegah dirinya untuk tidak merusak terumbu karang maupun ikut dalam program rehabilitasi yang dilaksanakan oleh coremap, maupun program pendukung lainnya. Peran aktif masyarakat itu membutuhkan manajerial yang terorganisir oleh PMU Coremap Selayar.

       
  Salah satu bukti keikutsertaan masyarakat dalam pelaksanaan program Coremap adalah Keikutsertaan dua Desa dalam Apresiasi coremap II Tingkat nasional yang diselenggarakan di Jakarta tanggal 02 s/d 5 November 2010 di Jakarta. Pada kesempatan tersebut ada 3 (tiga) pemenang yang kesemuanya dimenangkan oleh utusan dari kepulauan Selayar Yaitu:


1.       Peserta apresiasi komponen PMU Coremap II Selayar utusan Pokmas Konservasi (POKMASWAS) Desa Bonerate Kec Pasimarannu atas nama Syamsil sebagai peserta terbaik Pertama Tingkat Nasional.
2.       Peserta Apresiasi Komponen CBM PMU Coremap II Selayar utusan Pokmas Perempuan Desa Bontolempangan Kec.Buki atas nama Andi Radja sebagai peserta terbaik pertama Tingkat Nasional.
3.       Peserta Apresiasi dari Komponen Public Awareness dan Forum Jurnalis Bahari ( FORJUBI) utusan Pemkab Selayar atas nama Supardi Idris sebagai juara I Karya Tulis Media  tentang Terumbu karang dengan judul Tulisan “ Integralisasi program penyelamatan terumbu Karang”. Atas prestasi sebelumnya yang telah banyak menulis tentang terumbu karang , ia terpilih secara aklamasi dalam acara Workshop Forjubi se-indonesia Timur di Sahid Hotel Makassar Agustus 2010 sebagai Koordinator Forjubi Wilayah Timur Indonesia.

Drs.Andi Pinrang, DM
Menurut  Drs . Andi Pinrang,DM Staf Coomunity basic management (CBM) PMU Coremap II Selayar yang  masyarakat menjadi salah satu pendamping peserta Apresiasi yang ikut ke Jakarta mengatakan bahwa: Keberhasilan utusan Selayar binaan PMU Coremap dalam memenangkan  Apresiasi Tingkat nasional dengan mengalahkan 7 (tujuh) utusan dari Lokasi Program lainnya adalah bukti kemampuan masyarakat dalam memberikan andil positif dalam program coremap secara nasional. Disis lain, terlihat Jelas juga dengan dukungan pemerintah kabupaten hingga Desa yang menetapkan aturan baik melalui Perda maupun Perdes yang dibuat secara mandiri dalam rangka menjaga kelestarian laut, yang juga searah dengan Program Coremap.

Lebih lanjut Andi Pinrang mengatakan bahwa secara Faktual dalam proses pendampingan yang dilakukan selama Apresiasi Coremap tingkat Nasional, peserta dari kepulauan Selayar menunjukkan tingkat kefektifan yang cukup tinggi dibandingkan daerah lain. Pengertian masyarakat tentang visi dan misi program jelas tergambar dari setiap diskusi maupun kegiatan yang dilaksanakan. Ini menunjukkan iklim yang baik dalam pelaksanaan program Coremap ke depan.

Sementara itu terkait dengan situasi pelaksanaan program Coremap di Kepulauan selayar, Andi pinrang menjelaskan bahwa saat ini ia tidak lagi menemukan adanya pelaku illegal di Desa-desa di kabupaten kepulauan selayar. Justru pelaku-pelaku yang ada dan tertangkap ataupun yang termenitor sebagian besar adalh orang luar. Hal inilah yang perlu kita antisipasi bersama dalam rangka menjaga kerusakan yang ditimbulkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dari luar. Disisi lain coremap selayar dengan bentukan POKMASWAS di setiap Desa diharapkan masyarakat dapat secara langsung terlibat dalam pengawasana. Hal ini juga didukung dengan banyaknya Perdes yang dibuat oleh Desa-desa untuk mencegah kegiatan illegal fishing. Jika ini dilaksanakan di semua Desa, maka diharapkan selayar akan bersih dari kegiatan Ilegal fishing.

Program Coremap lain adalah kawasan DPL (daerah perlindungan laut)  yang telah ditetapkan wilayahnya dibeberapa zona pantai di kabupaten kepulauan selayar. Kawasan DPL ini dibuat dengan penyertaan pelarangan untuk memasuki kawasan inti DPL. Program lain yang juga dilaksanakan adalah Program mata pencaharian alternatif bagi masyarakat, dan beberapa program lian. Kendati demikian dukungan pemerintah Kabupaten,Instansi terkait, dan masyarakat kepulauan selayar secara Umum sangat dibutuhkan dalam program Coremap. Hal ini senada juga dengan Tema hari jadi tentang kebersamaan untuk Kesejahteraan dan kemandirian selayar. Mari kita bersama dalam program untuk menjaga dan melestarikan laut khususnya terumbu karang, sebagai bagian tak terpisahkan dari Kepulauan selayar sebagai daerah dengan otoritas wilayah laut.


Supardi Idris

Pengikut