Mengenai Saya

Foto saya
KOORDINATOR FORUM JURNALIS BAHARI KAWASAN INDONESIA TIMUR
Tampilkan postingan dengan label nelayan selayar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nelayan selayar. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 November 2010

PNPM- KP KAB.KEPULAUAN SELAYAR 
FOKUSKAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR
Drs.Andi Penrang,DM : Kami memilih Desa Patikarya dan Appattanah sebagai lokasi program TA 2010 

Forjubi Kep.Selayar, Pemerintah kabupaten Kepulauan Selayar melalui dinas Kelautan dan perikanan pada tahun 2010 ini kembali menjalankan program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Program tersebut berupa pengucuran dana bantuan langsung masyarakat (BLM) PNPM Mandiri Kelautan Perikanan. Untuk kabupaten kepulauan Selayar mendapat besaran anggaran Rp 750 Juta rupiah dari APBN dan Rp 75 Juta dari APBD sebagai dana pendamping. Adapun tujuan dari pelaksanaan program tersebut antara lain: 

1. Meningkatkan kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat. 
2. Memberdayakan kelembagaan masyarakat. 
3. Meningkatkan kemampuan usaha kelompok masyarakat. 
4. Meningkatkan produksi kelautan dan perikanan. 
5. Meningkatkan infrastruktur lingkungan dan rehabilitasi ekosistem pesisir dan pulau-pulau kecil. 
6. Meningkatkan kemitraan dan sumber permodalan,pemasaran, Informasi,serta ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Drs.Andi Penrang, DM
Pendamping PNPM-KP kabupaten Kepulauan Selayar Drs.Andi Penrang DM mengatakan bahwa Kabupaten kepulauan Selayar memilih Desa Patikarya sebagai lokasi program Ta 2010 ini. Desa tersebut ditetapkan sebagai penerima PNPM-Mandiri KP Tahun 2010, atas penunjukkan tenaga pendamping. Adapun tenaga pendamping adalah tim yang terdiri dari 7 (tujuh) orang yang ditunjuk melalui SK Bupati. Ketujuh orang tim ini adalah mereka yang memiliki latar belakang pendidikan perikanan. Dimana mereka telah mendapatkan pelatihan dan sudah berpengalaman dalam pengelolaan di lapangan,. Hal tersebut didasarkan pada tujuan agar masyarakat benar-benar mengerti tujuan dan mekanisme PNPM-Mandiri Tahun 2010.

Penunjukan Desa Patikarya dan Desa Appatanah selain karena berada di daerah pesisir Pendamping juga mendasari hasil Lokakarya yang dilakukan di pondok Bonerate Benteng yang merekomendasikan bahwa calon penerima dana BLM-PNMM KP tahun 2010 tetap diprioritaskan salah satu daerah yang berada di Kecamatan Bontosikuyu. Lebih lanjut, Andi Penrang menegaskan bahwa PNPM-Mandiri KP tahun ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan khususnya daerah pesisir yang menjadi lokasi program . Sejalan dengan itu usaha budidaya perikanan seperti tambak dan rumpong menjadi pilihan tepat sebagai salah satu usaha perikanan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir. 

Dalam pelaksanaan program PNPM-KP tahun 2010 di kabupaten Kepulauan Selayar dibagi dalam tiga 3 (tiga) jenis kegiatan yaitu Penangkapan, pengolahan, budidaya. Untuk penangkapan jumlah anggaran BLM yang disalurkan sebesar Rp 174.666.000 rupiah (37,78 %)  dibagikan kepada 11 Kelompok nelayan yang langsung ditransfer ke rekening kelompok. Sementara untuk pengolahan dianggarkan untuk 1 kelompok yaitu kelompok Usaha bersama dengan besaran anggaran Rp 8.864.000,- (2,22 %) sementara Kelompok usaha budidaya perikanan dianggarkan sebesar Rp 277.434.000 rupiah (60 %) yang diperuntukkan kepada 7 (tujuh) kelompok usaha, semua ditransfer ke rekening masing-masing kelompok. Dan kesemuanya itu sudah ditransfer melalui KPPN bneteng Selayar ke seluruh rekening kelompok per tanggal 24 November 2010.

 Dikatakan bahwa program ini adalah solusi yang ditawarkan pemerintah pusat, lewat Departemen Kelautan dan Perikanan langsung dengan hadirnya program PNPM-MKP yang diinisiasi untuk mewujudkan komitmen nasional, dengan sasaran adalah percepatan penanggulangan kemiskinan bagi masyarakat pesisir .Ruang lingkup Bantuan langsung Masyarakat ( BLM) PNPM Mandiri-KP tahun 2010 meliputi: 
1. Penyediaan sarana dan prasarana pembenihan dan pembesaran ikan. 
2. Penyediaan sarana penangkapan ikan 
3. Penyediaan srana pengolahan dan pemasaran hasil perikanan 
4. Pembangunan Infrastruktur lingkungan dan rehabilitasi ekosistem pesisir dan pulau-pulau kecil 

Hal lain yang disampaikan oleh putra selayar asal bumi pahlawan Bontomanai ini ,bahwa tujuan utama dari pelaksanaan program dimaksud adalah meningkatkan kesejahteraan, memberikan kesempatan kerja yang seluas-luasnya bagi masyarakat pesisir yang tergolong miskin.Realita yang terjadi saat ini, menunjukan bahwa Kabupaten Kepulauan Selayar disatu sisi memiliki sumber daya kelautan dan perikanan yang cukup menjanjikan. Hanya saja disisi lain pula potensi perikanan ini tidak seiring dengan kesejahteraan masyarakat khususnya yang bermukim di daerah pesisir.Karena itu, kata Andi Pinrang masalah tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dan semua pihak, guna mengupayakan kesejahteraan yang lebih signifikan.

Sejak tahun 2009 Kabupaten Kepulauan selayar berkesempatan untuk mengelola program PNPM-MKP. Dan ditegaskan bahwa sebelum Penyerahan BLM ini pendamping mengawali dengan identifikasi dan sosialisasi sehingga bantuan ini betul-betul mencapai tujuan dan sasarannya . 

Supardi Idris. 



Jumat, 26 November 2010

PMU COREMAP II HARUMKAN NAMA SELAYAR TINGKAT NASIONAL

Drs. Andi Pinrang, DM:  Selayar Juara nasional dari 7 (tujuh) Wilayah Coremap di Indonesia

Forjubi,
Kabupaten Kepulauan Selayar sebagai daerah Kepulauan dengan limpahan kekayaan laut khususnya terumbu karang adalah merupakan salah satu perhatian Dunia. Hal itu terapresiasi dengan keberadaan Coremap II yang merupakan program Rehabilitasi dan manajemen pengelolan terumbu karang yang dibiayai oleh World Bank. Keberadaan coremap sebagai program yang menitikberatkan kegiatannya dalam pelibatan masyarakat, tentunya tidak akan berjalan tanpa dukungan masyarakat. Baik dalam mencegah dirinya untuk tidak merusak terumbu karang maupun ikut dalam program rehabilitasi yang dilaksanakan oleh coremap, maupun program pendukung lainnya. Peran aktif masyarakat itu membutuhkan manajerial yang terorganisir oleh PMU Coremap Selayar.

       
  Salah satu bukti keikutsertaan masyarakat dalam pelaksanaan program Coremap adalah Keikutsertaan dua Desa dalam Apresiasi coremap II Tingkat nasional yang diselenggarakan di Jakarta tanggal 02 s/d 5 November 2010 di Jakarta. Pada kesempatan tersebut ada 3 (tiga) pemenang yang kesemuanya dimenangkan oleh utusan dari kepulauan Selayar Yaitu:


1.       Peserta apresiasi komponen PMU Coremap II Selayar utusan Pokmas Konservasi (POKMASWAS) Desa Bonerate Kec Pasimarannu atas nama Syamsil sebagai peserta terbaik Pertama Tingkat Nasional.
2.       Peserta Apresiasi Komponen CBM PMU Coremap II Selayar utusan Pokmas Perempuan Desa Bontolempangan Kec.Buki atas nama Andi Radja sebagai peserta terbaik pertama Tingkat Nasional.
3.       Peserta Apresiasi dari Komponen Public Awareness dan Forum Jurnalis Bahari ( FORJUBI) utusan Pemkab Selayar atas nama Supardi Idris sebagai juara I Karya Tulis Media  tentang Terumbu karang dengan judul Tulisan “ Integralisasi program penyelamatan terumbu Karang”. Atas prestasi sebelumnya yang telah banyak menulis tentang terumbu karang , ia terpilih secara aklamasi dalam acara Workshop Forjubi se-indonesia Timur di Sahid Hotel Makassar Agustus 2010 sebagai Koordinator Forjubi Wilayah Timur Indonesia.

Drs.Andi Pinrang, DM
Menurut  Drs . Andi Pinrang,DM Staf Coomunity basic management (CBM) PMU Coremap II Selayar yang  masyarakat menjadi salah satu pendamping peserta Apresiasi yang ikut ke Jakarta mengatakan bahwa: Keberhasilan utusan Selayar binaan PMU Coremap dalam memenangkan  Apresiasi Tingkat nasional dengan mengalahkan 7 (tujuh) utusan dari Lokasi Program lainnya adalah bukti kemampuan masyarakat dalam memberikan andil positif dalam program coremap secara nasional. Disis lain, terlihat Jelas juga dengan dukungan pemerintah kabupaten hingga Desa yang menetapkan aturan baik melalui Perda maupun Perdes yang dibuat secara mandiri dalam rangka menjaga kelestarian laut, yang juga searah dengan Program Coremap.

Lebih lanjut Andi Pinrang mengatakan bahwa secara Faktual dalam proses pendampingan yang dilakukan selama Apresiasi Coremap tingkat Nasional, peserta dari kepulauan Selayar menunjukkan tingkat kefektifan yang cukup tinggi dibandingkan daerah lain. Pengertian masyarakat tentang visi dan misi program jelas tergambar dari setiap diskusi maupun kegiatan yang dilaksanakan. Ini menunjukkan iklim yang baik dalam pelaksanaan program Coremap ke depan.

Sementara itu terkait dengan situasi pelaksanaan program Coremap di Kepulauan selayar, Andi pinrang menjelaskan bahwa saat ini ia tidak lagi menemukan adanya pelaku illegal di Desa-desa di kabupaten kepulauan selayar. Justru pelaku-pelaku yang ada dan tertangkap ataupun yang termenitor sebagian besar adalh orang luar. Hal inilah yang perlu kita antisipasi bersama dalam rangka menjaga kerusakan yang ditimbulkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dari luar. Disisi lain coremap selayar dengan bentukan POKMASWAS di setiap Desa diharapkan masyarakat dapat secara langsung terlibat dalam pengawasana. Hal ini juga didukung dengan banyaknya Perdes yang dibuat oleh Desa-desa untuk mencegah kegiatan illegal fishing. Jika ini dilaksanakan di semua Desa, maka diharapkan selayar akan bersih dari kegiatan Ilegal fishing.

Program Coremap lain adalah kawasan DPL (daerah perlindungan laut)  yang telah ditetapkan wilayahnya dibeberapa zona pantai di kabupaten kepulauan selayar. Kawasan DPL ini dibuat dengan penyertaan pelarangan untuk memasuki kawasan inti DPL. Program lain yang juga dilaksanakan adalah Program mata pencaharian alternatif bagi masyarakat, dan beberapa program lian. Kendati demikian dukungan pemerintah Kabupaten,Instansi terkait, dan masyarakat kepulauan selayar secara Umum sangat dibutuhkan dalam program Coremap. Hal ini senada juga dengan Tema hari jadi tentang kebersamaan untuk Kesejahteraan dan kemandirian selayar. Mari kita bersama dalam program untuk menjaga dan melestarikan laut khususnya terumbu karang, sebagai bagian tak terpisahkan dari Kepulauan selayar sebagai daerah dengan otoritas wilayah laut.


Supardi Idris

Jumat, 12 November 2010

PERLUNYA REVITALISASI SISTIM PENGAWASAN DAN PENEGAKAN HUKUM DALAM UPAYA PERLINDUNGAN DAN PELESTARIAN TERUMBU KARANG DI KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR


Oleh : Andre Sunarta
LINGKARAN SETAN DALAM SISTEM PENGAWASAN
Sejak berdirinya Coremap pase I (pertama)  hingga Coremap pase II (dua) di Kabupaten Kepulauan Selayar, berbagai program telah disusun searah dengan arah kebijakan nasional dalam rangka penyelamatan terumbu karang.  Arah kebijakan tersebut kemudian menjadi acuan dalam pelaksanaan program, maka sebagai bagian dari lokasi program rehabilitasi dan penyelamatan terumbu karang di kabupaten kepulauan Selayar program Coremap kemudian dijalankan.  Meskipun pada akhirnya masyarakat Selayar bertanya apakah program ini berjalan pincang sehinga hasilnya jauh dari memuaskan. Sebelum kita berbicara tentang reingkarnasi lingkaran setan yang memporak-porandakan program, kami mengajak untuk melihat  pelaksanaan program Coremap di kabupaten kepulauan Selayar.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Coremap II dalam tahapan pelaksanaan program saat ini sudah sampai pada tahap Kelembagaan, oleh karena itu menyikapi kenyataan dilapangan khususnya di Kabupaten kepulauan Selayar, yang paling signifikan dan harus dievaluasi secara besar-besaran adalah kelembagaan dalam pola pengawasan dan penegakan hukum yang diterapkan. Perlu dilakukan revitalisasi sistim  pengawasan dan penegakan hukum karena jika kita berbicara tentang penjabaran program Coremap, maka program yang menghabiskan anggaran milyaran rupiah pertahun ini , menjadi tidak tepat sasaran, hampa dan tidak mencapai target karena kebobrokan sistim pengawasan dan penegakan hukum.

Berbeda ketika anda bertanya kepada pelaksana program mereka akan menjawab bahwa program  telah berjalan dan anda akan diperlihatkan susunan data yang konon berdasar dari hasil penelitian. Akan tetapi jika anda bertanya pada masyarakat awam khususnya nelayan, maka out-put dari program yang dilaksanakan lebih dari satu dekade ini hasilnya adalah Nihil.  Bahkan rehabilitasi dan penyalamatan yang dilakukan dapat dikatakan gagal, ini tentunya tidak dilihat dari mekanisme administratif akan tetapi pada hasil akhir  yang merupakan tujuan program dilaksanakan yaitu keselamatan dan kelestarian terumbu karang di kabupaten kepulauan Selayar. Faktanya adalah destructive fishing tidak menurun bahkan meningkat, program penyadaran masyarakat menjadi tidak relevan dengan kepercayaan masyarakat yang kian merosot terhadap pelaksana program, pengawasan yang tidak berjalan, penegakan hukum yang tumpang  tindih, daerah perlindungan laut (DPL) yang hanya sebatas zonaisasi  area, serta program mata pencaharian alternatif yang hanya merupakan program menghabiskan anggaran dan pemenuhan kuota program.
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa arah kebijakan program Coremap selama ini adalah berujung pada penyadaran masyarakat untuk ikut aktif menjaga kelestarian terumbu karang.  Akan tetapi program-program tersebut kemudian menjadi angin lalu, karena sistem pengawasan dan penegakan hukum  yang tidak berjalan sebagaimana mestinya telah melahirkan pencitraan buruk. Masyarakat tidak percaya kepada pelaksana program, masyarakat melihat secara kasat mata bahwa ketika mereka berniat untuk menjaga  terumbu karang disekitar lingkungan mereka, mereka justru menyaksikan di depan mata, orang luar datang melakukannya dengan intensitas yang lebih besar, kerusakan yang lebih besar, terorganisir dan bahkan terbackup kegiatannya. Disinilah muncul apa yang kami sebut lingkaran setan sebuah lingkaran terselubung yang terbentuk dari karakteristik oknum yang tidak bertanggung jawab, penyalahgunaan jabatan dan kewenangan yang berlangsung secara terus menerus dan merusak program secara totalitas. Kesadaran yang lahir dan terbangun  kemudian dengan cepat dimatikan oleh pencitraan oknum yang buruk, penegakan hukum yang tebang pilih, keterlibatan oknum di dalam sistem, backup kegiatan illegal dan sebagainya.
KEMBALIKAN HANTU PUTIH”
Mari kita kembali sejenak mengenang  Speed Boat Taka Lamongan di kabupaten kepualauan Selayar  pada tahun 2003. Para pelaku pembom dan pembius di kabupaten Kepualauan Selayar  menyebutnya sebagai “Hantu Putih”. Pada saat speed boat ini beroperasi kuantitas kegiatan Ilegal menurun drastis, banyak pelaku tertangkap, terbentuk harmonisasi antara pelaksana program dengan aparat yang tergabung dalam  MCS Coremap. Antusiasme masyarakat  terhadap program meningkat, bahkan banyak pelaku yang memilih berhenti dan mencari pekerjaan alternatif sendiri.  Program berjalan, pengawasan dan penegakan hukum berjalan dengan kehadiran si hantu putih. Namun  hal ini kemudian terhenti karena speed boat ini harus dikembalikan dengan alasan biaya operasional yang relatif tinggi. Padahal dengan output yang diberikan proyek tersebut layak untuk dipertahankan.

Perlu diketahui bahwa Lingkaran Setan sudah ada sejak saat itu, akibat beroperasinya Taka Lamongan di kabupaten kepulauan Selayar banyak pelaku yang tertangkap, banyak pelaku yang tak lagi mendapatkan keuntungan besar dari kegiatan illegal di laut, kejadian ini mengganggu dan hampir memutuskan rantai lingkaran setan. Akhirnya  mereka  melakukan upaya dengan cara menyusun permasalahan sedemikian rupa sehingga speedboat  harus di kembalikan, memarkir speed boat pada daerah yang berombak keras sepanjang musim barat, mengakibatkan kerusakan dan butuh dana besar untuk memperbaiki, Pada akhirnya hantu putih hilang di kabupaten kepulauan Selayar dan Lingkaran setan kembali terbentuk bahkan bereingkarnasi sampai saat ini.
Reingkarnasi tersebut kemudian melahirkan degradasi pada aspek pengawasan dan penegakan hukum. Salah satu contoh yang  paling ironis adalah kejadian pada awal tahun 2010 dimana kapal Milik Dinas perikanan dan kelauatan kabupaten kepulauan Selayar  KM.Tanadoang  tertangkap oleh patroli Jagawana  di Kawasan Taman nasional Takabonerate yang diduga digunakan untuk kegiatan Ilegal Fishing, Pelaku sempat menjalani proses hukum , namun kemudian kandas di tengah jalan. . Staf pada Dinas perikanan beralasan bahwa kapal tersebut dipinjam oleh Nelayan dan mereka tidak tahu bahwa Kapal tersebut akan digunakan membom . Bukan berarti alasan tersebut  salah, akan tetapi ini justru membuktikan kebobrokan pengawasan, bahwa jangankan penegakan hukum ,bahkan mereka tidak mengenal kepada siapa ia memberikan fasilitas. Ini salah satu kekhawatiran,  bahaw jangan sampai fasiltas yang diberika, dana yang diluncurkan untuk perlindungan terumbu karang justru digunakan untuk menghancurkan karang. Biaya penelitian lokasi terumbu karang, dan identifikasi spesiaes ikan, jangan sampai hasilnya justru digunakan sebagai pemetaan bagi para pelaku untuk mecari daerah subur untuk melakukan kegiatan Ilegal.
Disisi lain indikasi ketidak seriuasan dalam pengawasan dan penegakan hukum ini dapat dilihat dari kenyataan bahwa  saat ini Coremap II  Wakatoby, Raja Ampat dan Biak sudah menggunakan Speed Boat yang hampir sejenis dengan Taka Lamongan dan menunjukkan prestasi yang menakjubkan dalam pengawasan dan penegakan hukum. Namun Coremap II Selayar  tidak pernah ada niat untuk mengajukan usulan pengadaan speed boat kembali.
REVITALISASI SISTEM PENGAWASAN DAN PENEGAKAN HUKUM
Dalam hal pelaksanaan program hendaknya kita melihat aspek yang paling menentukan, pada dasarnya keberhasilan program adalah jika semua program berjalan beriringan. Dan khusus kabupaten kepulauan Selayar ketimpangan program adalah karena kegagalan program pengawasan. Oleh karena itu diperlukan revitalisasi untuk sistem pengawasan tersebut.

Pada kesempatan ini kami tidak dapat menyebutkan secara tekhnis bagaimana sistem yang seharusnya dijalankan dalam pola pengawasan dan penegakan hukum di Kabupaten Kepulauan Selayar, karena  beberapa daerah program sudah menjalankannya Raja Ampat , Wakatobi dan Bunaken  sudah menjalankannya. Jika sistem tersebut diberlakukan di Selayar dengan didukung oleh sarana yang memadai dan pelaksana program serta aparat penegak hukum yang professional, maka pengawasan akan berjalan.  Dan jika pengawasan dan penegakan hukum berjalan sebagaimana mestinyab, hal tersebut akan berimbas pada  program-program yang lain.Kerena masalah utama di Kabupaten kepulauan Selayar pada intinya adalah program Pengawasan dan penegakan hukum. Satu hal yang menjadi catatan bagi Coremap pusat adalah bahwa  bukan tidak mungkin ada program strategis yang merupakan inovasi daerah lain atau inovasi nasional yang dapat dijalankan di suatu daerah. Jangan terfokus pada usulan dari bawah karena, pola partisifatif yang dijalankan selama ini dengan mengatakan bahwa program yang diusulkan adalah aspirasi masyarakat, itu adalah omong kosong. Yang terjadi adalah para  fasilitator menyusun program sendiri, kalaupun dikomunikasikan ke masyarakat nanti setelah program itu dibuat atau dilaksanakan. Dalam kondisi seperti ini, kebijakan penyusunan program harus dilihat pada kebutuhan daerah yang mengarah kepada penyelamatan terumbu karang. bukan atas usulan orang perorang yang sarat dengan kepentingan.

Jika dimungkinkan dilakukan reposisi pelaksana program pengawasan, misalnya dengan menempatkan profesional dari luar kabupaten kepualaun selayar untuk mengendalikan pengawasan di wilayah Coremap II Selayar. Dengan kriteria bahwa orang tersebut  sudah memiliki citra dan dedikasi dalam hal pengawasan dan penegakan hukum. Bukan berarti orang Selayar  tidak mampu , akan tetapi kita harus tahu bersama bahwa Kabupaten kepulauan Selayar adalah daerah Pulau yang penduduknya masih memiliki keterikatan famili antara satu dengan yang lain. Kenyataan ini akan sangat berpengaruh  secara psikologis bagi pelaksana program pengawasan  dalam melaksanakan tugasnya jika yang bersangkutan berasal dari Selayar. Memang masalah di Kab.kepulauan Selayar  akan sangat sulit di selesaikan, jika Coremap Pusat hanya berdasar pada laporan pelaksana program semata. Maka pada akhirnya Coremap II hingga akhir masa program di selayar tidak akan membawa perubahan apa-apa.


Kep.selayar, 23 Oktober 2010

Jumat, 24 September 2010

Menuju TIE 2010 Selayar harusnya belajar dari Manado

Keberhasilan Manado menjadi tuan rumah event internasional patut menjadi pelajaran. Khususnya bagi Selayar yang akan menggelar kegiatan internasional, Oktober mendatang. . Manado pada tahun lalu berhasil menggelar 2 (dua) Event berskala Internasional yang terbilang sukses  yaitu World Ocean Conference (WOC)  dan Sail Bunaken  . Salah satu catatan yang perlu diketahui bahwa mereka menggunakan Event organizer  di luar borokrasi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Salah seorang staf Disbudpar Sulsel, yaitu Julianus pada pelaksanaan . World Ocean Conference (WOC) mengatakan "Ini membuka mata kita bagaimana mengemas sebuah even secara profesional. Di Sulsel, kita terbiasa menjadikan PNS sebagai event organizer. Padahal, itu bukan tugas mereka," kata Julianus. Hal ini di dukung oleh Koordinator Forum Jurnalis Bahari Wilayah Timur Indonesia, Supardi Idris. Menjelang pelaksanaan Takabonerate Island Ekspeditions 2010 di Kabupaten Kepulauan Selayar, tampaknya kita kembali membuat kesalahan dengan menyusun Pelaksana dan event organizer semuanya dari PNS. Padahal  PNS selain  memiliki kesibukan tersendiri mereka juga tidak terlatih dalam mengemas sebuah Item. PNS dalam bekerja butuh intruksi secara berjenjang, padahal dalam event seperti ini diperlukan kreativitas dan Inovasi. Sehingga tidak mengherankan jika sampai kepada persoalan kecil, itu harus ditangani oleh Bupati dan sebagainya. Dan perlu diketahui di kabupaten Kepulauan Selayar ada banyak IO yang sudah malang melintang melaksanakan event, mereka sudah cukup berpengalaman.  Dapatkah kemudian Pemkab Kepulauan Selayar membuka ruang bagi warganya untuk berpartisipfasi dan berinovasi.” Tegas Supardi”.
Bawah laut Takabonerate
Dari segi potensi wisata, Takabonerate bisa disebut luar biasa. Taman Nasional Takabonerate memiliki karang atol terbesar ketiga di dunia setelah Kwajifein di Kepulauan Marshal, dan Suvadiva di Kepulauan Moldiva. Luas atol tersebut sekitar 220 ribu hektare dengan terumbu karang yang tersebar datar seluas 500 km. Topografi kawasan juga terbilang unik dan menarik. Atol yang terdiri dari gugusan pulau-pulau gosong karang dan rataan terumbu yang luas dan tenggelam, membentuk pulau-pulau dengan jumlah yang cukup banyak. Di antara pulau-pulau gosong karang, terdapat selat-selat sempit yang dalam dan terjal. Pada bagian permukaan rataan terumbu, banyak terdapat kolam-kolam kecil yang dalam dan dikelilingi oleh terumbu karang. Pada saat air surut terendah, terlihat dengan jelas daratan kering dan diselingi genangan air yang membentuk kolam-kolam kecil. Sampai sekarang, terumbu karang yang sudah teridentifikasi sebanyak 261 jenis dari 17 famili. . Ini layak terjual dan harus terjual oleh karena itu mari kita jual secara Profesional. “ lanjut Supardi Idris”.
Informasi terakhir bahwa seluruh Event yang akan digelar dalam Takabonerate Island  Expeditions 2010 diambil alih oleh Pemerintah Propinsi, nah dari kebijakan ini saja berarti kita tidak dipercaya melaksanakan event akbar ini.Akankah masyarakat Selayar jadi penonton di rumahanya sendiri ?


Andre Sunarta

Rabu, 22 September 2010

Siapa Bilang Takabonerate Rusak?

ANDRE SUNARTA
| 5 September 2010 | 19:16
Takabonerate adalah salah satu Taman nasional yang merupakan aset Indonesia, yang terletak di kabupaten Kepulauan Selayar. Banyak yang kemudian menilai bahwa Takabonerate sudah rusak,jawabannnya tidak. Jika kemudian ada yang mengatakan rusak, termasuk laporan DisKP Kab.kepulauan Selayar yang konon katanya adalah hasil penelitian, perlu diketahui bahwa ketika Tim peneliti datang mereka di pandu oleh penyelam Amatiran yang hanya berkutat dikisaran yang tak berbobot. laporan disusun sedemikian rupa untuk mengundang keprihatinan nasional dan dunia untuk kemudian mendatangkan anggaran yang melimpah. itu adalah politik birokrasi yang telah merugikan masyarakat Sendiri. kami memiliki Dokumen perjalanan tentang Takabonerate yang kami kumpulkian dalam 3 (tiga) bulan terakhir .( selengkapnya Lihat http//:pesonahbawahlautselayar.blogspot.com, meskipun kami hanya sempat mengupload beberapa gambar tapi kami memiliki ribuan kutipan dari tiga fotografer yang melakukan dokumentasi, baik sebagi hobby maupun untuk menjawab bahwa Takabonerate adalah kawasan yang paling menakjubkan. Dr. Bnenedicta Wayan Suryani yang sering melakukan jelajah Diving di Selayar dan sering melakukan tour di seluruh kawasan Ta,man Nasional nusantara termasuk Bunaken, Wakatoby dan Raja Ampat bahkan masih meyakini bahwa takabonerate masih jauh lebih baik dari ke-3nya. Yang membuat Takabonerate masih dipandang sebelahmata adalah dukungan pemerintah kabupaten Kepulauan Selayar yang tidak propesional dalam mengolah pariwisata bahari Selayar.


Perlu dikatahui bahwa Kawasan nasional Takabonerate memiliki Karang Atol terbesar ketiga di Dunia. Pada 2 (dua) pekan yang lalu 8(delapan) orang Diver yang berkunjung ke Selayar dan dipandu oleh Dr.benedicta wayan Suryani bahkan meyakini bahwa takabonerate adalah sorga bagi para penikmat keindahan bawah laut. Salah satu Fotografer yang menetap di Selayar MR.Bernhard,GM bahkan saat ini salah satu gambar yang diperolehnya di Kawasan nasional takabonerate menjadi Top Picture di salah satu Majalah Australia.

Kami mengatakan bahwa keindahan takabonerate kjustrun banyak dipuji oleh orang luar, coba teman-teman buka tentang keindahan Takabonerate di Google dan sebagainya, atau buka website Pariwisata Selayar, Dinas Kelautan dan perikanan dan Lain-lain. maka akan muncul alasan kami bahwa ternyata yang mengenal Takabonerate secara lebih professional adalah orang Luar, yang mensosialisasikan adalah orang luar, orang di dalam hanya berbuat jika ada anggaran. STOP!

Kami dan teman-teman meskipun bukan bagian dari Birokrasi kompleks yang membingunkan akan berbuat untuk Selayar khususnya Takabonerate. Dalam waktu dekat ini kami akan melaksanakan PAMERAN BAHARI SELAYAR 2010, dalam Event itu kami akan menampilkan Ratusan Gambar-gambar dokumentasi keindahan bawah laut Selayar. Teman -teman bisa melihat sample gambarnya pada Blog kami di http;//forjubiindonesiatimurblogspot.com

andre sunarta

Rabu, 15 September 2010

KONDISI KARANG BATU DI PERAIRAN PULAU TANAJAMPEA, KABUPATEN SELAYAR



Karang batu merupakan salah satu komponen pembentuk ekosistem terumbu karang dan peranannya sangat penting baik secara biologi maupun ekologi di dalam suatu perairan pesisir. Penelitian terumbu karang di perairan Pulau Tanajampea, Kabupaten Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan dilakukan pada bulan Nopember 2007 dengan menggunakan metode transek garis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi karang batu perairan Pulau Tanajampea. Hasil analisis menunjukkan bahwa persentase tutupan karang batu tertinggi di Pulau Tanajampea yaitu 44,43 persen yang dijumpai di Stasiun 2 dan terendah 26,33 persen di Stasiun 1. Nilai keanekaragaman jenis (H) karang batu tertinggi 1,04 dijumpai di Stasiun 2 dan terendah 0,83 di Stasiun 4. Kemerataan jenis (j) karang batu tertinggi 0,58 dijumpai di Stasiun 3 dan terendah 0,48 di Stasiun 4. Jenis karang batu yang diperoleh sebanyak 111 jenis yang mewakili 16 suku. Secara umum kondisi karang batu di Pulau Tanajampea masih baik dan masuk dan kategori sedang. Kata kunci: Kondisi, karang batu, Tanajampea, Selayar.Jemmy Souhoka

480 Karung Bahan Peledak Diselundupkan ke Selayar Sulsel


MAKASSAR- Direktorat Kepolisian Perairan Polda Sulsel, mengamankan 480 karung bahan peledak selundupan yang akan diselundupkan ke Sulawesi Selatan. Kuat dugaan bubuk bahan peledak yang tersimpan dalam karung pupuk itu akan digunakan nelayan merakit bom ikan. Bahan peledak tersebut diamankan polisi saat melakukan patroli di wilayah perairan Takabonerate Selayar, Senin (13/9) malam sekira pukul 20.00. Selain barang bukti, polisi juga menangkap dua pelakunya bernama Sukri (45), dan Hasan (25).

Kedua pelaku berikut barang buktinya 480 karung pupuk berisi bahan peledak diamankan di kantor Dit Polair Jalan Pasar Ikan. Penangkapan pelaku bersama barang buktinya, ketika petugas Polair dipimpin Komandan Tim Patroli, Iptu Tombong mencurigai kapal yang memuat ratusan karung.

"Kami langsung mendekati kapal itu. Saat diperiksa, ternyata semuanya bukan pupuk melainkan bahan peledak untuk merakit bom ikan. Dua pelaku dan barang buktinya kemudian kami bawa ke kantor untuk diamankan," kata Tombong, Selasa, (14/9).

Menurut Tombong, bahan peledak itu rencananya akan diedarkan kepada para nelayan di kawasan perairan Selayar dan sekitarnya. Saat ini, kata dia, pihaknya sedang rutin menggelar patroli di perairan Selayar.

Direktur Dit Polair Polda Sulsel, Kombes Pol Agus Sutikno yang dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut. "Hukuman bagi pelaku bom ikan tentunya sangat berat," tegas Agus.
 ( dikutip dari /jpnn)

Pengikut