Mengenai Saya

Foto saya
KOORDINATOR FORUM JURNALIS BAHARI KAWASAN INDONESIA TIMUR

Jumat, 10 Juni 2011

CBM COREMAP II SELAYAR GIATKAN ASISTENSI DAN PEMBEKALAN



Coremap II Selayar terus melakukan penguatan kelembagaan dalam pelibatan komponen masyarakat untuk mendukung program rehabilitasi dan penyelamatan karang khususnya dalam program penguatan LKM. Berbagai kegiatan dilaksanakan diantaranya  melakukan kegiatan asistensi dan pembinaan terhadap pengelola coremap tingkat Desa. Pada tanggal 6 sampai dengan 17 Mei 2010  kegiatan tersebut dilaksanakan di 3 (tiga) zona yakni zona Takabonerate,Pasimarannu dan pasilambena.
Asistensi dan pembekalan tersebut melibatkan tim pelaksana yang sudah berpengalaman dalam melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap masyarakat pesisir, anatara lain Nurmila Anwar,S.Pi,MSi, Andi Rismayani,S.Pi, Adi Mirwan,Nurhayati,AMd,Pi, dan Drs.andi penrang. Kesemua tim ini terjun langsung ke lapangan untuk melakukan pendampingan dan pembinaan khususnya  dengan memberikan pembekalan Intensif, melakukan pembahasan terhadap masalah-masalah yang ditemukan dalam pelaksanaan program di tingkat desa antara lain, pembukuan LKM dan pemanfaatan info center.
Pelaksananasistensi dan pembinaan ini disambut baik oleh peserta, khususnya pelaksana program di tingkat desa. Selain dianggap bahwa kegiatan ini adalah upaya untuk mengidentifikasi permasalahan juga kita membahas tentang upaya pencarian solusi terbaik dalam pelaksanaan program, jelas Sahabuddin salah seorang anggota LKM Tingkat Desa Bonerate.
Drs. Andi Penrang mengatakan bahwa pada kegiatan asistensi kali ini mereka mencoba menerapkan pola baru dalam pembukuan LKM. Selain itu tim asistensi juga mengumpulkan semua pengurus LKM dan Kolektor, mencari semua yang macet serta penyebabnya serta mencari solusinya

PENCAPAIAN COREMAP II

Bukan sekedar program
Sejauh ini pencapaian program COREMAP II hampir memenuhi seluruh tujuan pada tahapan akselerasi ini, khususnya pencapaian pada tiga komponen penting dalam program Coremap, dapat dijabarkan sebagai berikut:


PERTAMA adalah, Penguatan kelembagaan, dan pengembangan kawasan konservasi perairan laut daerah.,


Upaya Penguatan Kelembagaan Pengelolaan Terumbu Karang di tingkat pusat dan daerah, telah tercapai melalui kegiatan asistensi dan koordinasi yang terus dilakukan. COREMAP telah dan terus mendorong diterbitkannya Peraturan Daerah dan Rencana Strategis daerah dalam Pengelolaan Terumbu Karang, Sampai saat ini sedikitnya 7 (tujuh) Peraturan daerah kabupaten/kota dan 15 (lima belas) Rencana Strategis telah disyahkan dan diadopsi oleh pemerintah daerah. Saat ini telah dicadangkan lebih dari 2 juta hektar Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Daerah di 10 lokasi program, dan lebih dari 430 daerah perlindungan laut yang telah terbentuk dan dikelola secara efektif oleh masyarakat. Terbentuknya sistem informasi pengelolaan ekosistem terumbu karang Terlaksananya Sistem Pengawasan Berbasis Masyarakat dan POKMASWAS, serta terlaksananya monitoring ekologi dan sosek secara berkala (CRITC Pusat dan Daerah);






KEDUA adalah komponen Pengelolaan Terumbu Karang berbasis masyarakat, ini meliputi: Pelatihan Perikanan Terumbu Karang secara berkelanjutan, pemasaran Sosial Pengelolaan Terumbu Karang, pembangunan infrastruktur sosial pendukung, penciptaan mata pencaharian alternatif/MPA (lebih dari 4500 kegiatan MPA); Fasilitasi di Desa dan Bantuan Teknis; Tersedianya sarana dan prasarana sosial (Fasilitas Kebersihan, Pondok Informasi, Jetty, Perahu dll), Pembentukan Pusat Informasi Terumbu Karang di desa, dalam hitungan angka, sampai saat ini telah terbentuk 411 LPSTK dan sekitar 2000 POKMAS dengan jumlah anggota 25.000 orang, adanya sistem pendanaan skala mikro di Masyarakat (Seed Fund) dan Village Grant, terbentuknya 430 DPL berbasis masyarakat beserta Perdes, berkurangnya kegiatan penangkapan destruktif secara signifikan, serta adanya dukungan pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan.kegiatan ini telah dilaksanakan di lebih dari 300 desa, dan dibantu oleh 728 fasilitator dan 8 NGO di 15 lokasi COREMAP.





KETIGA, kegiatan Penyadaran Masyarakat dan Pendidikan maupun kemitraan bahari. Melalui ketiga komponen penting tersebut COREMAP II telah menunjukkan perannya untuk turut mengelola terumbu karang bagi perikanan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat. Beberapa capaian diantaranya: Terbukanya akses informasi terumbu karang secara nasional khususnya melalui website (diakses > 3 juta orang), Publikasi di berbagai media termasuk partisipasi dalam event skala nasional dan internasional, Tersedia dan terlaksananya kurikulum MULOK Pesisir dan Lautan untuk tingkat SD, SMP dan SMA, Telah terlaksana sedikitnya 43 kegiatan Responsive Research, Pemberian Beasiswa kepada lebih dari 1.700 orang (SMA, S1, S2, S3) serta Pelibatan lebih dari 650 mahasiswa PKL.

Pengikut